sosiologi komunikasi

 

Lingkup Kajian Sosiologi Komunikasi

 

Musta’in mashud

Setiap manusia perlu orang lain. Dalam interaksi sosial, orang perlu menggunakan media komunikasi, bisa dengan tanda (sign), bahasa isyarat (gesture) maupun bahasa verbal. Bahkan bayi ketika lahir pun sudah melakukan komunikasi dengan orang lain, yakni orang tuanya.

Naturally, manusia cenderung hidup berkelompok. Kelompok selain mencirikan adanya beberapa kesamaan kepentingan,  kesamaan budaya, gaya hidup, juga kesamaan bentuk dan model komunikasi yang digunakan. Jika demikian cara berpikir kita, maka jumlah kelompok, variasi kelompok, orientasi kelompok selain mengindikasikan keragaman kepentingan, budaya dan gaya hidup, juga menunjukkan adanya variasi komunikasi.

Dengan kata lain, tingkat modernisasi dan kemajuan peradaban manusia mempengaruhi bentuk dan media komunikasi yang dipergunakan

Bentuk-bentuk sarana komunikasi

Media Cetak.

Media Elektronik.

Media Tradisional.

Media Massa.

Media Kelompok.

Bentuk media komunikasi  menjadi indikator peradaban dan atau kemajuan suatu masyarakat.

Setiap orang hidup perlu komunikasi; tidak (akan) ada kehidupan tanpa komunikasi. Komunikasi bisa bermakna macam-macam. Sederhananya, ketika orang berhubungan dengan orang lain bisa dilakukan secara langsung (face to face) mupun tidak langsung (bisa melalui surat, radio, telepon dan lain-lain). 

Jack G. McAuley (1979) : komunikasi bisa digunakan untuk  kepentingan pembebasan atau mengonntrol, untuk mencipta atau memusnahkan, untuk membaiki  mutu kehidupan atau untuk melenyapkannya suatu kehidupan.

I. A Richards  (1988) : komunikasi yang dilakukan sesorang akan mempengaruhi lingkungannya, sehingga dan dengan lingkungannya itu akan mempunyai pengalaman yang sama karena hadirnya komunikan, dst. Intinya, komunikasi dalam konteks ini berarti sebagai media transformasi pengalaman terhadap orang lain dan lingkungannya.

Konsep komunikasi merupupakan hubungan dua pihak, antara pemberi (sumber) informasi (pesan) dengan penerima pesan. Ismail Jusoh (1990) mengatakan bahawa  komunikasi merupakan hubungan antara penutur dan pendengar yang berlangsung pada waktu tertentu dan dalam situasi setting sosial-budaya tertentu.

Mengapa si bayi menangis, apalagi menangis terus. Tangis adalah bahasa para bayi. Orang tua berusaha mencari makna tangisan bayi. Orang akan berusaha mencari penyebab tangisan bayi, dan mencoba melakukan sesuatu sampai ada respon dari bayi. Apa yang dikerjakan orang tua ini sesungguhnya mencoba mencari pesan dan maksud tangisan bayi.

Orang dewasa pun acapakali juga masih banyak yang menggunakan bahasa isyarat (sign maupun gesture) dalam menyampaikan pesannya kepada orang lain.

Persoalannya komunikasi dengan media seperti ini hanya akan efektif dilakukan kepada orang-orang yang sudah mengerti, atau biasa dipahami oleh lawan bicaranya. Selain itu, model komunikasi seperti ini juga sangat subyektif sifatnya, arti dan pemaknaan pesan sangat tergantung dari subyek, orang perorang. Oleh karena situasinya akan sangat problematik dan karena itu tidak bisa efektif manakala dilakukan dengan “orang lain” yang belum biasa mengerti dan memaknai media sign dan gesture sehingga pesan selain tidak sampai, juga seringkali malah menjadi persoalan.

 

Lingkup Kajian Sosiologi Komunikasi

 

Musta’in mashud

Setiap manusia perlu orang lain. Dalam interaksi sosial, orang perlu menggunakan media komunikasi, bisa dengan tanda (sign), bahasa isyarat (gesture) maupun bahasa verbal. Bahkan bayi ketika lahir pun sudah melakukan komunikasi dengan orang lain, yakni orang tuanya.

Naturally, manusia cenderung hidup berkelompok. Kelompok selain mencirikan adanya beberapa kesamaan kepentingan,  kesamaan budaya, gaya hidup, juga kesamaan bentuk dan model komunikasi yang digunakan. Jika demikian cara berpikir kita, maka jumlah kelompok, variasi kelompok, orientasi kelompok selain mengindikasikan keragaman kepentingan, budaya dan gaya hidup, juga menunjukkan adanya variasi komunikasi.

Dengan kata lain, tingkat modernisasi dan kemajuan peradaban manusia mempengaruhi bentuk dan media komunikasi yang dipergunakan

Bentuk-bentuk sarana komunikasi

Media Cetak.

Media Elektronik.

Media Tradisional.

Media Massa.

Media Kelompok.

Bentuk media komunikasi  menjadi indikator peradaban dan atau kemajuan suatu masyarakat.

Setiap orang hidup perlu komunikasi; tidak (akan) ada kehidupan tanpa komunikasi. Komunikasi bisa bermakna macam-macam. Sederhananya, ketika orang berhubungan dengan orang lain bisa dilakukan secara langsung (face to face) mupun tidak langsung (bisa melalui surat, radio, telepon dan lain-lain). 

Jack G. McAuley (1979) : komunikasi bisa digunakan untuk  kepentingan pembebasan atau mengonntrol, untuk mencipta atau memusnahkan, untuk membaiki  mutu kehidupan atau untuk melenyapkannya suatu kehidupan.

I. A Richards  (1988) : komunikasi yang dilakukan sesorang akan mempengaruhi lingkungannya, sehingga dan dengan lingkungannya itu akan mempunyai pengalaman yang sama karena hadirnya komunikan, dst. Intinya, komunikasi dalam konteks ini berarti sebagai media transformasi pengalaman terhadap orang lain dan lingkungannya.

Konsep komunikasi merupupakan hubungan dua pihak, antara pemberi (sumber) informasi (pesan) dengan penerima pesan. Ismail Jusoh (1990) mengatakan bahawa  komunikasi merupakan hubungan antara penutur dan pendengar yang berlangsung pada waktu tertentu dan dalam situasi setting sosial-budaya tertentu.

Mengapa si bayi menangis, apalagi menangis terus. Tangis adalah bahasa para bayi. Orang tua berusaha mencari makna tangisan bayi. Orang akan berusaha mencari penyebab tangisan bayi, dan mencoba melakukan sesuatu sampai ada respon dari bayi. Apa yang dikerjakan orang tua ini sesungguhnya mencoba mencari pesan dan maksud tangisan bayi.

Orang dewasa pun acapakali juga masih banyak yang menggunakan bahasa isyarat (sign maupun gesture) dalam menyampaikan pesannya kepada orang lain.

Persoalannya komunikasi dengan media seperti ini hanya akan efektif dilakukan kepada orang-orang yang sudah mengerti, atau biasa dipahami oleh lawan bicaranya. Selain itu, model komunikasi seperti ini juga sangat subyektif sifatnya, arti dan pemaknaan pesan sangat tergantung dari subyek, orang perorang. Oleh karena situasinya akan sangat problematik dan karena itu tidak bisa efektif manakala dilakukan dengan “orang lain” yang belum biasa mengerti dan memaknai media sign dan gesture sehingga pesan selain tidak sampai, juga seringkali malah menjadi persoalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: